Perjalanan, Kebahagiaan, dan Inspirasi di September 2025

Saya, Hartawan, Kepala MTsN 1 Bandar Lampung. Akhir Agustus lalu menjadi momen yang penuh kebahagiaan. Tepatnya pada tanggal 30 Agustus 2025, kami keluarga besar MTsN 1 Bandar Lampung larut dalam sukacita menghadiri acara ngunduh mantu untuk putra pertama Bapak Winarno, ananda Fathi Hisyam Panagara.
Saya masih dapat melihat jelas dekorasi pelaminan yang berwarna emas berkilauan, memantulkan cahaya lampu yang hangat. Suara musik  mengalun lembut mengiringi suasana, membuat hati terasa tenteram. Aroma masakan khas hajatan seperti gulai kambing dan sate yang tercium dari dapur membuat perut kami bergemuruh. Saat bersalaman, terasa hangat genggaman tangan Bapak Winarno, penuh rasa syukur. Di penghujung acara, segarnya es buah yang saya nikmati seolah menjadi penutup sempurna kebahagiaan hari itu.



Kebahagiaan terus berlanjut di bulan September. Pada Jumat, 5 September 2025, kami kembali berkumpul untuk pernikahan Ibu Dwi Susanti dengan Bapak Abu Abdullah di Way Megat, Kecamatan Palas. Udara sejuk pedesaan menyapa kulit kami sejak turun dari kendaraan, terasa berbeda dari panasnya kota. Mata saya dimanjakan dengan hamparan sawah hijau yang luas, seakan menenangkan pikiran. Suara riang anak-anak yang berlarian di sekitar lokasi membuat suasana semakin hidup. Aroma tanah basah usai hujan tipis menambah kesyahduan sore itu. Setelah akad dan resepsi, kami menikmati cita rasa ikan bakar yang gurih sambil memandang langit senja yang berwarna oranye keemasan.
Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelajahi keindahan Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa destinasi yang kami kunjungi di antaranya adalah Masjid Agung Kalianda dengan arsitektur yang memukau mata, Grand Elty yang menawarkan hembusan angin laut yang segar, Pemandian Air Panas Way Belerang yang hangat menyentuh kulit, Way Tebing Cepa yang menghadirkan gemericik air menenangkan telinga, dan Pantai Ujung Bom dengan suara deburan ombak yang menentramkan jiwa.



Hari ini, 11 September 2025, suasana madrasah kembali ramai dengan semaraknya peringatan Maulid Nabi Muhammad. Anak-anak mengenakan busana muslim yang berwarna-warni, menambah keceriaan halaman sekolah. Saya mendengar lantunan shalawat yang merdu, menggema di aula dan membuat hati terasa teduh. Aroma wangi bunga melati yang menghiasi panggung membuat suasana semakin sakral. Tepuk tangan meriah dari para siswa terdengar setiap kali pemenang lomba diumumkan, menciptakan semangat kebersamaan.




Setelah pembukaan, saya bersama jajaran kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung bergegas meninjau lokasi Mahan Pelita IPARI Provinsi Lampung 2025 di Taman Wira Garden. Jalanan yang saya lalui terasa mulus, ditemani semilir angin sore yang menyejukkan wajah. Acara ini akan berlangsung 12–13 September 2025 dengan tema moderasi, ekologi, dan pemberdayaan, dan rencananya akan ditinjau langsung oleh Menteri Agama RI, Bapak Nasaruddin Umar. Saat azan zuhur berkumandang dengan suara merdu dari masjid setempat, saya segera menuju Masjid Jannatun Naim. Kesejukan lantai masjid saat saya bersujud menambah ketenangan batin.



Perjalanan saya berlanjut ke MTsN 2 Bandar Lampung untuk meninjau kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 km, saya tiba di madrasah yang tampak sangat ramai. Warna-warni bendera lomba menghiasi halaman dan suara sorak-sorai peserta mengisi udara. Saya disambut hangat oleh Kepala MTsN 2, Bapak Nasron, dan langsung meninjau ruang kegiatan. Terlihat Ibu Laksmi Holifah, Ibu Heni Herawati, dan Ibu Sri Hartini mendampingi siswa dengan penuh semangat. Usai menunaikan salat asar, saya kembali ke MTsN 1 Bandar Lampung, membawa pulang semangat, inspirasi, dan rasa syukur mendalam atas rangkaian momen yang baru saja kami lalui. 

Komentar