Desember tahun ini menjadi momentum yang luar biasa padat sekaligus membanggakan bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Bandar Lampung. Setelah seluruh siswa melewati ketatnya Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil, kami segera beralih ke rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menyegarkan pikiran sekaligus membangun karakter. Saya membuka kegiatan class meeting didampingi oleh para wakil kepala dan pembina OSIS dengan sebuah penegasan bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk mempererat kebersamaan dan menyalurkan energi positif siswa ke arah yang produktif.
Suasana madrasah begitu hidup dengan antusiasme siswa yang mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari bola beracun dan bulutangkis hingga cabang modern seperti E-sport. Saya merasa sangat terbantu dengan profesionalitas panitia, terutama kehadiran Pak Winarno yang membawa pengalamannya dari ajang nasional untuk mengawal kompetisi E-sport agar tetap tertib dan sportif. Di tengah keriuhan class meeting tersebut, kami menerima kabar gembira dari ajang Saphoria Chapter 3 di MAN 1 Bandar Lampung. Pada tanggal 11 dan 12 Desember, siswa-siswi terbaik kami, yaitu M. Zaki, Nadya Indri, dan Hanna Kamila, berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang Olimpiade PAI, IPA, dan IPS. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kompetitif siswa kami tetap terjaga di level tertinggi.
Kemeriahan berlanjut dengan pelaksanaan Market Day yang berlangsung secara bergiliran bagi kelas VII, VIII, dan IX. Saya melihat sendiri bagaimana halaman madrasah berubah menjadi pusat kreativitas kewirausahaan. Melalui bimbingan Ibu Sri Hidayati, para siswa belajar bukan hanya tentang cara berjualan, tetapi tentang kemandirian, komunikasi, dan tanggung jawab. Setiap jenjang menunjukkan karakteristik uniknya, dari kelas IX yang tampil matang dengan strategi pemasarannya, hingga kelas VII yang penuh semangat menampilkan jajanan kreasi mereka sendiri.
Memasuki tanggal 18 hingga 20 Desember, suasana madrasah berubah menjadi lebih khidmat seiring dengan agenda pembagian raport. Dimulai dari kelas IX hingga berakhir di kelas VII, proses ini berlangsung sangat kondusif. Saya menekankan kepada para wali kelas agar momen ini digunakan untuk berdialog dengan orang tua, menjadikan raport sebagai bahan evaluasi bersama, bukan sekadar angka di atas kertas. Terutama bagi siswa kelas IX, hasil ini adalah langkah awal yang penting untuk menentukan arah pendidikan mereka selanjutnya. Kerjasama yang erat antara guru dan orang tua benar-benar terasa dalam setiap pertemuan di ruang kelas.
Sebagai penutup rangkaian semester ini, tepat pada tanggal 22 Desember 2025, kami mengalihkan fokus pada penguatan tata kelola lembaga melalui Submit Serentak Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (PMPZI). Di bawah koordinasi Kanwil Kemenag Lampung, kami mengikuti zoom meeting dan melakukan pengunggahan dokumen sebagai komitmen kami dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari korupsi serta bersih dalam melayani. Seluruh rangkaian kegiatan dari awal bulan hingga hari ini adalah refleksi dari kerja keras kolektif. Saya merasa bangga memimpin madrasah ini, dan kami siap menyongsong semester baru dengan integritas dan prestasi yang lebih tinggi.

Komentar
Posting Komentar