Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-80






Di bawah naungan langit pagi yang tenang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjungkarang, suasana berubah menjadi ruang sunyi yang penuh dengan aura kehormatan. Hari ini, Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Bapak Hartawan, S.Pd.I., M.M., melangkahkan kaki bersama jajaran GTK pilihan untuk menunaikan tugas mulia dalam rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama.


Udara pagi yang sejuk seolah ikut membeku saat suara lantang pemimpin upacara memecah keheningan, memberikan laporan yang menggetarkan dada. Panji-panji kedaulatan berkibar perlahan, menari ditiup angin sepoi, seolah menyapa ruh para pejuang yang bersemayam di bumi Lampung.

Kehadiran delegasi dari Kanwil Kemenag Propinsi Lampung, UIN Raden Intan Lampung, Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, perwakilan Madrasah, Forum Kerukunan Umat Beragama dan Loka Diklat membentuk barisan yang kokoh, bagaikan benteng pengabdian yang siap meneruskan estafet perjuangan para pahlawan.

Puncak emosi terasa saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Lampung bersama tim paskibra meletakkan karangan bunga di monumen pusat. Kelopak bunga yang berwarna-warni itu menjadi utusan rasa syukur yang tak terucap. Saat prosesi tabur bunga dilakukan oleh:

Muhaimin Muhammad, Abu Abdullah, Winarno, Hj. Laskmi Holifah, Kartika Sari, Pusporini, Dwi Romdona, Deta Dwi Puspiza, Cek Naimah, dan Evi Susanti, dan seluruh peserta yang hadir. 

Jemari mereka menyentuh nisan-nisan putih yang bisu namun bercerita banyak tentang pengorbanan.

Aroma harum bunga mawar dan melati yang menyeruak di antara nisan-nisan dingin itu seolah menjadi jembatan spiritual antara masa lalu dan masa kini. Doa-doa yang dilantunkan membumbung tinggi ke angkasa, memecah kesunyian, dan meresap ke dalam sanubari setiap peserta yang hadir.


"Makam-makam ini adalah perpustakaan bisu yang mengajarkan kita tentang arti keikhlasan tanpa batas," ungkap Bapak Hartawan. "Hari ini, kami tidak hanya membawa raga, tapi juga membawa tekad untuk menjadikan setiap butir keringat dalam mendidik sebagai amal bhakti yang abadi."


Ziarah ini bukan sekadar seremoni yang lekang oleh waktu, melainkan monumen pengingat bagi MTsN 1 Bandar Lampung bahwa tugas mendidik adalah peperangan modern melawan kebodohan, yang harus dijalani dengan semangat baja para pahlawan. ***

Komentar